Tampilkan postingan dengan label ISD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISD. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2013

Kesenjangan Sosial



KESENJANGAN SOSIAL

Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidakseimbangan sosial yang ada di masyarakat yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok. Dalam hal kesenjangan sosial sangatlah mencolok dari berbagai aspek misalnya dalam aspek keadilanpun bisa terjadi. Antara orang kaya dan miskin sangatlah dibedaan dalam aspek apapun, orang desa yang merantau dikotapun ikut terkena dampak dari hal ini,memang benar kalau dikatakan bahwa “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Adanya ketidak pedulian terhadap sesama ini dikarenakan adanya kesenjangan yang terlalu mencolok antara yang “kaya” dan yang “miskin”. Banyak orang kaya yang memandang rendah kepada golongan bawah, apalagi jika ia miskin dan juga kotor, jangankan menolong, sekedar melihat pun mereka enggan.
Disaat banyak anak-anak jalanan yang tak punya tempat tinggal dan tidur dijalanan, namun masih banyak orang yang berleha-leha tidur di hotel berbintang, banyak orang diluar sana yang kelaparan dan tidak bisa memberi makan untuk anak-anaknya tapi lebih banyak pula orang kaya sedang asik menyantap berbagai makanan enak yang harganya selangit lalu disaat banyak orang-orang miskin kedinginan karena pakaian yang tidak layak mereka pakai, namun banyak orang kaya yang berlebihan membeli pakaian bahkan tak jarang yang memesan baju dari para designer seharga 250.000 juta, dengan harga sebanyak itu seharusnya sudah dapat memberi makan orang - orang miskin yang kelaparan.
Pemerintah harusnya lebih memperhatikan masalah yang seperti ini,pembukaan UUD 45 bahkan telah memberi amanat kepada pemerintah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa,harusnya orang-orang yang berada di pemerintahan lebih serius untuk memikirkan kepentingan bangsa yang memang sudah menjadi tanggung jawab mereka, tapi dari kasus-kasus yang sekarang ini tentang para anggota pemerintahan yang melakukan korupsi dapat menunjukan bahwa tidak sedkit dari mereka masih memikirkan kepentingannya masing-masing,uang dan biaya yang seharusnya untuk kemakmuran masyarakat dimakan oleh mereka sendiri. Kalaupun pada akhirnya mereka mendapatkan hukuman itu bukanlah “hukuman” yang sebenarnya, banyak dari mereka masih tetap hidup mewah walaupun mereka dalam kurungan penjara yang seharusnya membuat mereka jera.
Kemiskian memang bukan hanya menjadi masalah di Negara Indonesia, bahkan Negara majupun masih sibuk mengentaskan masalah yang satu ini. Kemiskinan memang selayaknya tidak diperdebatkan tetapi diselesaikan. Akan tetapi kami yakin : “du chocs des opinion jaillit la verite”. “Dengan benturan sebuah opini maka akan munculah suatu kebenaran”. Dengan kebenaran maka keadilan ditegakkan, dan apabila keadilan ditegakkan kesejateraan bukan lagi menjadi sebuah impian akan tetapi akan menjadi sebuah kenyataan.
Menurut Robert Chambers bahwa inti kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut deprivation trap atau perangkap kemiskinan. Perangkap itu terdiri dari:
1.     Kemiskinan itu sendiri
2.     Kelemahan fisik
3.     Keterasingan atau kadar isolasi
4.     Kerentaan
5.     Ketidak berdayaan

Dampak Perkembangan Teknologi Komunikasi Terhadap Kehidupan Sosial


Dampak Perkembangan Teknologi Komunikasi Terhadap Kehidupan Sosial


Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada dan manusia sudah menggunakan teknologi dan pada hakekatnya prilaku manusia adalah untuk berkomunikasi seperti yang di kemukakan Colin Cherry (1957) komunikasi adalah suatu proses dimana pihak-pihak peserta saling mengunakan komunikasi dengan tujuan untuk mencapai pengertian bersama yang lebih baik mengenai masalah yang penting bagi semua pihak yang bersangkutan, dan teknologi adalah produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja atau struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan Seseorang. Bisa di sebut bahwa teknologi berupa sarana manusia dalam berkomunikasi secara sosial.
Manusia menggunakan teknologi karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya dan ingin menjalin hubungan dengan masyarakat sosial lainnya. Namun perkembangan teknologi komunikasi memiliki dampak positif dan negatif. Postiif dengan adanya teknologi lahirlah inovasi-inovasi baru yang mempermudah hidup manusia, dan terjadilah perkembangan ilmu pengetahuan, karena teknologi lahir dari sebuah ilmu. Namun secara negatif teknologi komunikasi memberikan dampak pada kehidupan sosial, ketika norma-norma yang berlaku tidak sesuai lagi dengan yang ada saat ini, seringnya terjadi kejahatan teknologi yang merugikan masyarakat tidak hanya itu dampak teknologi bisa merusak moral dan akhlak kita.
Sadari bahwa dampak yang terjadi pada kehidupan sosial masyarakat, karena teknologi, membuat masyarakat kurang peka terhadap kehidupan masyarakat kehadiran teknologi informasi telah mengurangi intensitas tatap muka yang terjadi dalam organisasi atau pun sosial masyarakat. Kita sebagai manusia yang pandai tahu betul mana yang harus kita ambil dalam memaknai teknologi komunikasi ini dalam hidup.

Pengertian Teknologi Komunikasi
Kata Teknologi berasal dari asal kata latin Texere yang berarti to weave (menenun) atau to construct (membangun) (Rogers, 1986. Kata Teknologi tidak hanya terbatas kepada pengguna mesin-mesin, meskipun dalam pengertian sempit sering digunakan keterkaitan teknologi dan mesin dalam bahasa sehari-hari. Technology is a design for instrumental action that reduces the uncertainly in the course-effect relationships invalved in achieving a desired outcome.
Sebuah teknologi biasanya terdiri dari aspek Hardware (perangkat keras) dan Software (Perangkat Lunak). Salah satu jenis teknologi adalah Teknologi Komunikasi.
Teknologi Komunikasi adalah peralatan perangkat keras; struktur-struktur organisasional dan nilai-nilai sosial yang dikoleksi, diproses dan menjadi pertukaran informasi individu-individu dengan individu-individu lainnya.

Senin, 03 Desember 2012

Suara Masyarakat yang Tak Tersampaikan


          Banyak sekali persoalan di Indonesia dikarenakan keinginan masyarakat yang tak pernah terpenuhi oleh pemerintah Indonesia. Masyarakat Indonesia menurut saya mereka sudah sangat aktif dalam membangun Indonesia, sayang sekali pemerintah Indonesia tidak begitu transparan dan tidak bisa mengaspirasi keinginan rakyat, ini yang mengakibatkan begitu banyak masalah di dalam Negara Indonesia yang kita cinta ini.
          Pemerintah Indonesia kebanyakan hanya memikirkan diri mereka sendiri, terbukti dengan banyaknya kasus korupsi dan partai politik yang ada juga hanya memikirkan partai nya, tidak memikirkan rakyat Indonesia yang justru punya permasalahan yang patut untuk di bahas, seperti kemiskinan, minimnya fasilitas pendidikan, dan masih banyak yang lain.
          Seperti yang kita tahu bahwa banyak rakyat Indonesia tidak terlalu diperhatikan oleh rakyat Indonesia. Banyak penyakit yang mereka derita tapi pemerintah tidak terlalu peduli dengan keadaan rakyatnya. Ironi memang, melihat keadaan tersebut, mungkin sudah ada pemerintah yang tanggap dalam mempedulikan rakyat yang miskin, dengan adanya kartu miskin, kartu jaminan kesehatan, tapi dalam prakteknya masih saja mereka tidak terlalu dipedulikan.
          Mengenai pendidikan, banyak sekolah yang terletak jauh dari pelosok, dan fasilitas-fasilitas di sekolah tidak terlalu memadai. Terlalu banyak sekolah yang biayanya terlalu mahal sehingga masih banyak anak-anak yang tidak sekolah. Program dana bantuan operasional untuk sekolah tidak terlalu cukup untuk membiayai dana sekolah tersebut.
          Saat masyarakat berusaha menyampaikan keinginannya pemerintah tidak terlalu memperhatikan apa yang diinginkan oleh rakyat. Demo/unjuk rasa yang dilakukan oleh rakyat tidak terlalu dipedulikan oleh pemerintah, seakan percuma negara ini menganut sistem demokrasi tapi pada kenyataannya demokrasi yang kita anut tidak berjalan seperti yang diharapkan oleh rakyat.
          Pemerintah Indonesia sekarang tidak terlalu mementingkan rakyat itulah kenyataan yang ada. Pemerintah lebih mementingkan dirinya sendiri, harusnya para pemerintah sadar mereka bisa memerintah negeri ini karena rakyatnya.
          Sekarang kita tahu gubernur DKI Jakarta yang baru Bapak Joko Widodo, sudah seharusnya banyak pemerintah yang meniru gaya pemerintahan seperti Bapak Joko Widodo. Beliau mau untuk turun ke rakyat dan menemui rakyatnya. Saat ada unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa keesokan harinya beliau menemui para mahasiswa. Dan mereka membahas apa yang dikeluhkan oleh para mahasiswa, dan langsung menindaklanjuti apa yang diinginkan mahasiswa.
          Pemerintahan seperti inilah yang diinginkan oleh rakyat, adanya transparasi (keterbukaan) dan langsung turun ke lapangan, tanpa menyuruh anak buahnya. Memberikan bukti bukan hanya janji. Sudah banyak sekali contoh dari pemerintah yang selalu memberikan omongan belaka.
          Lalu mengenai pemilihan umum (pemilu) sekarang sudah sering ternodai oleh kasus money politic (politik uang) dimana rakyat diberikan uang agar calon pemimpin yang memberikan uang tersebut dipilih. Pemerintah zaman sekarang sudah dibutakan oleh uang.
          Sebagai rakyat yang seharusnya aktif dalam kegiatan pemerintah sudah seharusnya mengkritisi kinerja pemerintah sekarang ini. Dan sebagai pemuda calon generasi penerus bangsa seharusnya bisa membuat perubahan yang sangat berarti bagi negara ini.
          Indonesia yang sekarang ini bukannya menjadi lebih baik di mata dunia melainkan bertambah buruk hutang yang melilit negara, kasus korupsi, narkoba banyak sekali persoalan-persoalan negara yang harus diselesaikan oleh negara ini.
          Sempat terdengar dalam berita bahwa kita adalah negara yang berada di peringkat 66 negara gagal. Sungguh memilukan mendengar fakta ini, padahal kita sebagai sudah bertasipasi dalam pemerintahan, hanya saja ada beberapa faktor yang mengakibatkan tidak ada sinergi dalam membangun suatu bangsa, sudah seharusnya pemerintah bisa melakukan perubahan yang signifikan tidak hanya diam di dalam kantornya dan menikmati uang yang di dapatnya.
          Suara masyarakat seharusnya bisa di dengarkan oleh pemerintah, dan pemerintah memberikan solusi yang berarti bagi negara ini. Saya yakin semua orang di Indonesia ini ingin hidup yang lebih baik, termasuk juga kepemimpinan di negeri ini, sudah seharusnya demokrasi di Indonesia lebih ditingkatkan lagi, agar negeri ini semakin lebih baik ke depannya. 

Rabu, 21 November 2012

Globalisasi



Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Munculnya globalisasi tentunya membawa dampak bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Dampak globalisasi tersebut meliputi dampak positif dan dampak negatif di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan berdampak kepada nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.

·         Dampak Globalisasi secara umum sebagai berikut :
Dampak positif globalisasi :
1.      Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
2.      Mudah melakukan komunikasi
3.      Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
4.      Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5.      Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6.      Mudah memenuhi kebutuhan
Dampak negatif globalisasi:
1.      Informasi yang tidak tersaring
2.      Perilaku konsumtif
3.      Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
4.      Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5.      Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat

Rabu, 07 November 2012

Kemiskinan Dampak dari Pendidikan yang Mahal


            Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sumber daya alam (SDA), akan tetapi mengapa rakyat Indonesia banyak yang masih tidak mendapatkan kehidupan yang layak. Untuk mendapatkan makanan sehari-hari saja masih sulit, terlebih lagi untuk mendapatkan sebuah tempat tinggal yang layak. Ironis melihat kenyataan yang ada, begitu kayanya negara ini dengan sumber daya alam yang melimpah tetapi tidak bisa menjamin kehidupan rakyatnya sendiri.
            Pendidikan yang merupakan faktor kemajuan dari suatu negara merupakan penyebab dari kemiskinan yang ada di Indonesia. Mungkin karena biaya pendidikan yang sangat mahal tidak bisa membuat bangsa ini maju, banyak sekali masyarakat yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan. Karena kurangnya pendidikan di negeri ini, mengakibatkan banyak Sumber Daya Alam yang tidak bisa diolah oleh rakyatnya.
            Akibatnya banyak sekali masyarakat yang tidak mendapatkan pekerjaan dikarenakan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan dalam sebuah perusahaan. Pengangguran yang semakin banyak membuat mereka yang menganggur untuk melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri untuk mendapatkan uang untuk makan dan lain sebagainya yang mengakibatkan sebagian masyarakat tidak bisa hidup dengan tenang.
            Pendidikan merupakan faktor penting bagi sebuah bangsa menjadi lebih baik, akan tetapi biaya pendidikan di Indonesia terlalu mahal, kalau ada pun yang gratis sekolah tidak terlalu memiliki banyak fasilitas dan juga jauh dari tempat tinggal siswa/siswi. Banyak siswa/siswi yang harus berjalan kaki dari pendalaman desa. Bahkan tidak sedikit pula sekolah yang tidak layak dipakai. Bagaimana pendidikan di negara ini mau maju, kalau sekolah pun tidak layak dipakai?
            Pemerintah yang sudah memberi bantuan seperti adanya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tidak terlalu bisa membantu mereka yang kekurangan. Banyak program yang direncanakan oleh pemerintah tapi tidak berjalan sesuai dengan harapan, masih banyak anak-anak yang seharusnya bisa sekolah tapi malah menjadi pengemis, pengamen dan lain-lain.